Kelompok umur

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirof9-UmeR3Yzjt3cmuHVpaPhsFIwBmlLZoAcJ_qLf0TKe7r7Y1spCRQTVOXSU_9dGmSfwOpq13H2zZEdyOW12RMJ9Eph2eo0zVULYtrAntOpkzq-Uhmy_DSlTpsMli2H6QgLYZ0EBiXQ/s1600/images+%252825%2529.jpg
Kelompok umur adalah sebuah tingkatan dalam kepramukaan yang ditentukan oleh umur anggotanya.
Kelompok dibagi menjadi 4 :
  • Kelompok umur 7-10 tahun disebut dengan Pramuka Siaga
  • Kelompok umur 11-15 tahun disebut dengan Pramuka Penggalang
  • Kelompok umur 16-20 tahun disebut dengan Pramuka Penegak
  • Kelompok umur 21 – 25 tahun disebut dengan Pramuka Pandega
Ada juga Kelompok Khusus, yaitu Kelompok yang ditujukan untuk orang yang memiliki kedudukan dalam kepramukaan. Misalnya Pramuka Pembina, adalah sebutan untuk orang dewasa yang memimpin Pramuka. Dan Pramuka Andalan, adalah anggota Pramuka yang mengambil bagian dalam keanggotaan Kwartir dalam Pramuka. Contoh lainnya adalah Pelatih, Pamong Saka, Staff Kwartir dan Majelis Pembimbing.

Tingkatan

Tingkatan dalam kepramukaan adalah sebuah tingkatan yang ditentukan oleh kemampuan anggotanya, kemampuan itu disebut dengan Syarat-syarat Kecakapan Umum atau SKU. Untuk Pramuka siaga dan penggalang, masing-masing Kelompok umur memiliki tiga Tingkatan. Untuk Penegak memiliki dua tingkatan. Sedangkan Pramuka Pandega hanya satu tingkatan.
  • Tingkatan Pramuka Siaga : Siaga Mula, Siaga Bantu, Siaga Tata.
  • Tingkatan Pramuka Penggalang : Penggalang Ramu, Penggalang Rakit, Penggalang Terap
  • Tingkatan Pramuka Penegak : Penegak Bantara, Penegak Laksana
Ada juga sebuah tingkatan khusus yang disebut dengan Pramuka Garuda, yaitu tingkatan tertinggi dalam setiap kelompok umur dalam kepramukaan.

Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari praja muda karana, yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya.
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/a/a8/Gerakan_Pramuka.png
“Pramuka” merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan, Pelatih, Pamong Saka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing.
Sedangkan yang dimaksud “kepramukaan” adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Sifat
Lambang Pramuka Indonesia yaitu tunas kelapa yang dijahitkan di kerah kiri baju pramuka (untuk wanita). Lambang Pramuka Internasional yang dijahitkan di kerah kanan baju pramuka (untuk wanita). Bagi pria, tunas kelapa berada di kantung sebelah kiri, sedangkan Lambang Pramuka Internasional dijahitkan pada sebelah kanan kemeja. Emblem lokasi wilayah Gerakan Pramuka (berdasarkan provinsi) dijahitkan di lengan kanan baju Pramuka.
Berdasarkan resolusi Konferensi Kepanduan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen, Denmark, maka kepanduan mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu :
·         Nasional, yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
·         Internasional, yang berarti bahwa organisasi kepanduan di negara manapun di dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pandu dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa.
·         Universal, yang berarti bahwa kepanduan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja, yang dalam pelaksanaan pendidikannya selalu menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepanduan.
Fungsi
Dengan landasan uraian di atas, maka kepramukaan mempunyai fungsi sebagai berikut:
·         Kegiatan menarik bagi anak atau pemuda
·         Kegiatan menarik di sini dimaksudkan kegiatan yang menyenangkan dan mengandung pendidikan. Karena itu permainan harus mempunyai tujuan dan aturan permainan, jadi bukan kegiatan yang hanya bersifat hiburan saja. Karena itu lebih tepat kita sebut saja kegiatan menarik.
·         Pengabdian bagi orang dewasa
·         Bagi orang dewasa kepramukaan bukan lagi permainan, tetapi suatu tugas yang memerlukan keikhlasan, kerelaan, dan pengabdian. Orang dewasa ini mempunyai kewajiban untuk secara sukarela membaktikan dirinya demi suksesnya pencapaian tujuan organisasi.
·         Alat ( means ) bagi masyarakat dan organisasi
·         Kepramukaan merupakan alat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, dan juga alat bagi organisasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Jadi kegiatan kepramukaan yang diberikan sebagai latihan berkala dalam satuan pramuka itu sekedar alat saja, dan bukan tujuan pendidikannya.
Tujuan
Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip-Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia dengan tujuan agar;
·         anggotanya menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta tinggi mental, moral, budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya.
·         anggotanya menjadi manusia yang tinggi kecerdasan dan keterampilannya.
·         anggotanya menjadi manusia yang kuat dan sehat fisiknya.
·         anggotanya menjadi manusia yang menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia; sehingga menjadi angota masyarakat yang baik dan berguna, yang sanggup dan mampu menyelanggarakan pembangunan bangsa dan negara.
Tujuan tersebut merupakan cita-cita Gerakan Pramuka. Karena itu semua kegiatan yang dilakukan oleh semua unsur dalam Gerakan Pramuka harus mengarah pada pencapaian tujuan tersebut.
Tugas Pokok
Tugas pokok Gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak dan pemuda Indonesia, menuju ke tujuan Gerakan Pramuka, sehingga dapat membentuk tenaga kader pembangunan yang berjiwa Pancasila dan sanggup serta mampu menyelenggarakan pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. Dalam melaksanakan pendidikan kepramukaan tersebut Gerakan Pramuka selalu memperhatikan keadaan, kemampuan, kebutuhan dan minat peserta didiknya.
Karena kepramukaan bersifat nasional, maka gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka disesuaikan dengan kepentingan nasional. Kepentingan nasional bangsa Indonesia ini tercantum dalam Garis Besar Haluan Negara, yang merupakan Ketetapan MPR. Gerakan Pramuka dalam ikut membantu pelaksanaan GBHN tersebut selalu mengikuti kebijakan Pemerintah dan segala peraturan perundang-undangannya.
Gerakan Pramuka hidup dan bergerak di tengah masyarakat dan berusaha membentuk tenaga kader pembangunan yang berguna bagi masyarakat. Karenanya Gerakan Pramuka harus memperhatikan pula keadaan, kemampuan, adat dan harapan masyarakat, termasuk orang tua anggota Pramuka, sehingga Gerakan Pramuka terutama pada satuan-satuannya dapat menyiapkan tenaga Pramuka sesuai dengan apa yang diharapkan orang tua anggotanya dan masyarakat di lingkungannya.

Sandi berasal dari bahasa sanskerta yang berarti rahasia. Jadi kata sandi adalah tulisan-tulisan yang dirahasiakan. Huruf atau kata sandi sangat sukar dimengerti, kecuali oleh orang yang mengetahui kata kuncinya. Seni dan ilmu membuat sandi atau komunikasi rahasia yang aman disebut cryptography yang berasal dari bahasa Yunani kryptos, yang berarti rahasia. Sandi atau cryptography sangat berguna untuk menjaga kerahasiaan suatu pesan. Apalagi di saat semua sistem di dunia ini terhubung dengan internet. Maka dapat dibayangkan bagaimana hancurnya dunia ini jika sistem-sistem tersebut tidak memakai sandi.
Asal mula sandi berasal dari para pahlawan zaman dahulu yang suka berkelana dan berpindah-pindah tempat. Untuk mengirimkan berita antar daerah, mereka harus menggunakan kata sandi untuk mengecoh musuh-musuhnya. Sandi yang mereka gunakan memiliki berbagai bentuk yang tidak diketahui oleh para musuhnya.
Penggunaan kata sandi pertama kali tercatat pada sekitar tahun 3000 SM. Saat itu kerajaan Babilonia menulis pesan rahasia pada kepala budak yang baru dicukur, lalu menunggu sampai rambutnya tumbuh. Kemudian budak itu dikirim ke tempat yang dituju. Di tempat tujuan, kepala budak itu dicukur kembali untuk mengetahu pesan yang tersembunyi di kepalanya.
Nah, berikut inilah beberapa sandi yang sering dipakai di Pramuka:

·         Sandi Abjad / Sandi Balik

Sandi angka menggunakan kunci berikut ini (kunci = AZ atau ZA):
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Z Y X W V U T S R Q P O N M L K J I H G F E D C B A

Penggunaan sandi ini adalah huruf A diganti dengan Z, huruf B diganti dengan Y, dan seterusnya.  Contoh: GUDEP akan ditulis menjadi TFWVK.

·         Sandi Koordinat

Sandi koordinat disebut juga sebagai “sandi gudep sedia”, karena sering menggunakan kata-kata GUDEP SEDIA sebagai kata kuncinya. Akan tetapi juga dapat digunakan kata-kata lain seperti RUMAH BESAR, PANDU CERIA, dan kata lain yang terdiri dari 10 huruf dengan 5 huruf di masing-masing kata. Caranya dengan membuat kotak terlebih dahulu dengan kolom dan baris masing-masing 6 kotak lalu tulis kata GUDEP SEDIA di bagian atas dan samping kiri dan alfabet A sampai Y di kotak lainnya seperti gambar di bawah ini:
Pada gambar tersebut dapat kita lihat koordinat-koordinatnya, huruf A akan diwakili dengan SG (baris S kolom G), huruf S diwakili dengan IE (baris I kolom E), dan seterusnya. Contoh: GUDEP akan ditulis EU.AG.SE.SP.IG.

·         Sandi Angka

Pada sandi ini, angka-angka akan menjadi kuncinya. Misalkan kata kuncinya adalah 1203, maka jika akan menulis kata JALAN akan menjadi KCLDM. Cara pembuatannya adalah dengan menjumlahkan kata-kata tersebut dengan angka 1203.
J A L A N
1 2 0  3  1
Di bawah huruf J ada huruf 1, artinya huruf J diubah menjadi 1 huruf setelahnya menjadi huruf K, lalu huruf A diubah menjadi 2 huruf sesudahnya menjadi huruf C, dan seterusnya. Huruf L tetap karena di bawahnya adalah angka 0. Jadi, untuk memecahkannya harus diganti dengan beberapa huruf sebelumnya sesuai dengan angkanya dan jika masih belum ketemu coba ganti dengan beberapa huruf sesudahnya.
Sandi ini juga dapat diaplikasikan menjadi sandi tanggal. Misalnya kita menerima sepucuk surat yang berisi sandi namun tidak ada kata kuncinya, tetapi tanggal pembuatannya tertera, maka itulah kata kuncinya. Contohnya tertulis tanggal 4 Maret 2014 artinya kata kunci yang digunakan adalah 432014.

·         Sandi Napoleon

Sandi ini diambil dari kaisar Prancis Napoleon Bonaparte. Sandi ini tidak mempunyai kunci khusus tetapi cara merangkai huruf-huruf itu yang menjadikan sandi ini jadi begitu menarik.
Contoh: Untuk menulis kalimat “SELAMATKAN JIWA KAMI” maka caranya adalah dihitung terlebih dahulu jumlah hurufnya, lalu dibagi menjadi beberapa bagian yang jumlahnya sama. Pada kalimat tersebut terdapat 18 huruf maka dapat dibagi menjadi 3 bagian masing-masing bagian 6 huruf. Penulisannya pertama-tama ditulis enam huruf seperti biasa, kemudian 6 huruf lagi ditulis dari kanan ke kiri, begitu seterusnya. Maka akan menjadi “SELAMA IJNAKT WAKAMI”. Cara pemecahannya dengan menulisnya seperti berikut ini (baca mengikuti tanda panah):
Jika kalimat “SELAMATKAN JIWA KAMI” ditulis dengan sandi ini tiga-tiga dari atas ke bawah maka menjadi “SIJ EJA LNK AAA MKM ATI”. Berbagai variasi dapat digunakan dalam sandi ini tergantung selera.

·         Sandi Matematika (Aplikasi Semafor)

Sandi ini merupakan aplikasi dari huruf semafor. Untuk posisi huruf semafor menggunakan bendera dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Sandi ini ditulis berupa angka-angka dan pecahan-pecahan.  Oleh karena itu Posisi tangan akan diganti dengan angka dari 1 s/d 7. Seperti pada gambar berikut ini:
A s/d G = 1 s/d 7.
H = ½ (posisi tangan 1 dan 2), R = 2/6 (posisi tangan 2 dan 6)
Untuk menulis angka digunakan tanda kurung misal angka 25 ditulis (25).
Contoh untuk menulis “RUMAH NOMOR 14”:
 R      U       M    A    H      N      O      M      O      R      14
2/6 + 3/5 + 1/6  - 1 x 1/2 + 1/7 + 2/3 – 1/6 + 2/3 – 2/6 + (14)

·         Sandi Morse dan Aplikasinya

Sandi morse pertama kali digunakan setelah teknologi radio dan telegrafi berkembang pesat di akhir abad ke-19. Sandi ini digunakan untuk mengirim pesan antara dua tempat yang jauh dengan teknologi radio CW (constant wave). Sandi ini dikirimkan dengan bunyi pendek dan bunyi panjang. Penggunaan sandi morse di Pramuka menggunakan peluit dengan bunyi panjang dan pendek. Huruf morse sendiri merupakan sebuah aplikasi dari bunyi-bunyi tersebut. Bunyi pendek disimbolkan dengan titik dan bunyi panjang disimbolkan dengan garis. Huruf A disimbolkan dengan satu titik dan satu garis (.-), huruf B disimbolkan dengan satu garis dan tiga titik (-...). Lalu bagaimana cara menghafal sandi morse? Berikut inilah cara mudahnya:
A
ANO
.-
N
NOTES
-.
B
BONAPARTE
-...
O
OMONO
---
C
COBA-COBA
-.-.
P
PERTOLONGAN
.--.
D
DOMINAN
-..
Q
QOMOKARO
--.-
E
EGG
.
R
RASOHE
.-.
F
FATHER JOHAN
..-.
S
SAHARA
...
G
GOLONGAN
--.
T
TONG
.
H
HIMALAYA
....
U
UNESCO
..-
I
ISLAM
..
V
VERSIKARO
...-
J
JAGO LORO
.---
W
WINOTO
.--
K
KOMANDO
-.-
X
XOSENDERO
-..-
L
LEMONADE
.-..
Y
YOSIMONO
-.--
M
MOTOR
--
Z
ZOROASTER
--..
Keterangan: Vokal O melambangkan garis, vokal lainnya melambangkan titik.

Setelah mengetahui sandi morsenya, sekarang masuk bagian aplikasinya:
A. Sandi Rumput
Sandinya dibuat menyerupai rumput. Rumput pendek berarti titik dan rumput panjang berarti garis.

Contoh: PRAMUKA = .--. / .-. / .- / -- / ..- / -.- / .-

Jika ditulis menggunakan sandi rumput menjadi:
B. Sandi Bangun
Sandinya menggunakan simbol-simbol yang ada. Terserah menggunakan simbol apapun.

Contoh: PRAMUKA = .--. / .-. / .- / -- / ..- / -.- / .-

Jika ditulis menjadi sandi bangun menjadi:

rrrr + rrr + rr+ rr+rrr+rrr+ rr
atau
ÞÝÝÞ · ÞÝÞ · ÞÝ · ÝÝ · ÞÞÝ · ÝÞÝ · ÞÝ
dan dapat juga menggunakan simbol atau bentuk yang lain.
C. Sandi Kimia
Sandi ini penulisannya menyerupai susunan susunan unsur-unsur. Titik pada huruf morse menggunakan huruf hidup (vokal), sedangkan garis akan diganti huruf mati (konsonan).

Contoh: PRAMUKA = .--. / .-. / .- / -- / ..- / -.- / .-

Jika ditulis dengan sandi kimia maka akan menjadi:
OK2O + OHO + OH ® O2 + N2O + KOH + OH
D. Sandi Morse 1/
Pada sandi ini, titik diganti dengan angka, misal: . = 1, .. = 2. ... = 3, dan seterusnya. Untuk garis diganti dengan /, misal: - = /, -- = //, -- = ///, dan seterusnya.

Contoh: PRAMUKA = .--. / .-. / .- / -- / ..- / -.- / .-

Jika ditulis dengan sandi morse 1/ maka akan menjadi:
1//1.1/1.1/.//.2/./1/.1/

·        
Sandi Jam

Sandi jam dibuat dengan terlebih dahulu menentukan kunci pada jam. Misal pukul 07.00 dibuat sebagai huruf A dan huruf B ditulis pukul 07.05 dan seterusnya dengan selisih 5 menit maka tinggal digeser setiap huruf lima menit. Selisih dan awal penulisan juga dapat diubah. Contoh: ABDI ditulis 07.00 – 07.05 – 07.20 – 07.45.

·         Sandi Nomor

Sandi ini hampir sama dengan sandi abjad (sandi balik), namun penggantinya bukan sesama huruf namun berubah menjadi angka seperti berikut ini:

Setelah tersusun seperti itu, maka dapat dibuat menjadi misalnya: A = 1, P = 16, dan lain sebagainya.
Contoh:
PRAMUKA = 16-18-1-13-21-11-1

·         Sandi Huruf Berjasa

Sandi ini termasuk sandi yang mudah karena tidak ada perubahan pada huruf-hurufnya. Sandi ini dapat dibongkar apabila susunan huruf-hurufnya membentuk suatu bentuk huruf yang dimaksudkan oleh kunci. Misalnya Z, N, L, C, M, V, W, dan sebagainya. Misalnya sandi berjasa berbentuk Z berarti kuncinya disebut Z Berjasa.
Contoh: 
Kunci Z Berjasa
"TERUS PRALA SIADI AHIRI JALAN"
Cara membaca pesan tersebut pertama-tama bentuklah kalimat di atas menjadi berbentuk kotak. Kemudian bacalah dengan membentuk huruf Z seperti berikut ini:
Maka didapatkan sebuah kalimat "TERUSLAH JALAN".

·         Sandi Datar

Sandi datar dibuat dengan menghitung hurufnya terlebih dahulu kemudian dibagi menjadi beberapa bagian lalu diberi kata kuncinya. Misalnya kata kunci 8D, artinya 8 datar (8 huruf mendatar).
Contoh:
Kunci 8D
“GN RET DAGA GURU ENULTS SAN THAEPAN GEX”
Jika tidak ada kata kuncinya maka akan kesulitan untuk mengetahui arti kata tersebut. Namun di sini diberikan kunci 8D maka tinggal dibentuk seperti berikut (bacalah dari atas ke bawah unuk setiap baris):
Maka didapatkan kata "GALANG TERUS PERSATUAN DENGAN TEGUH". Huruf X hanya untuk melengkapi.

·         Sandi Kotak

A. Sandi Kotak I
Sandi ini terdiri dari palang-palang/kotak dan sudut-sudut dengan kunci sebagai berikut:
Untuk membedakan antara kedua huruf tiap kotak, maka huruf kedua diberi tanda titik. Berikut contoh huruf-hurufnya:
B. Sandi Kotak II
Sandi ini terdiri dari kotak-kotak saja tanpa sudut-sudut dengan kunci sebagai berikut:
Sama seperti sandi kotak I, untuk membedakan ketiga huruf tiap kotak maka diberi titik. Berikut contoh-contohnya:
B. Sandi Kotak III
Sandi ini adalah kombinasi dari sandi kotak I dan sandi kotak II dengan kunci sebagai berikut:
Cara penggunaannya sama dengan sandi kotak I dan sandi kotak II. Berikut contoh huruf-hurufnya:
6 KEWAJIBAN DALAM TRISATYA
 
TRISATYA
 
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
1.      Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
2.      Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.
3.      Menepati DASADARMA.
 

Didalam TRISATYA ada 6 kewajiban yaitu :
1.      Kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Kewajiban terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3.      Kewajiban terhadap Pancasila.
4.      Kewajiban terhadap sesama hidup.
5.      Kewajiban terhadap masyarakat.
6.      Kewajiban terhadap DASADARAMA


Perbedaan, jika TRISATYA pada golongan PENGGALANG tercantum kalimat mempersiapkan diri membangun masyarakat, maka di  TRISATYA golongan PENEGAK , PANDEGA, dan ANGGOTA DEWASA kalimat tersebut berubah menjadi ikut serta membangun masyarakat.
 
 
 
PERILAKU YANG SESUAI DALAM DASADARMA
 
 
DASADARMA
 
Pramuka itu :
1.      Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 
2.      Cinta alam dan kasih saying sesame manusia.  
3.      Patriot yang sopan dan ksatria. 
4.      Patuh dan suka bermusyawarah. 
5.      Rela menolong dan tabah. 
6.      Rajin, terampil, dan gembira. 
7.      Hemat, cermat, dan bersahaja.
8.      Disiplin, berani, dan setia.
9.      Bertanggungjawab dan dapat dipercaya. 
10.  Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Dari DASADARMA, kita dapat menjabarkannya menjadi banyak sikap hidup (pola tingkah laku) sehari-hari, seperti misalnya :
 
1.      Yang sesuai dengan DASADARMA ke-1 :
Ø  Beribadah menurut agama masing-masing dengan sebaik-baiknya. Dengan menjalankan semua perintah-perintah-Nya serta meninggalkan segala larangan-larangan-Nya.
Ø  Patuh dan berbakti kepada orang tua.
Ø  Sayang kepada saudara, dsb.
2.      Yang sesuai dengan DASADARMA ke-2 :
Ø  Menjaga kebersihan sanggar, kelas dan lingkungan sekolah.
Ø  Ikut menjaga kelestarian alam, baik flora maupun faunanya.
Ø  Membantu fakir miskin, anak yatim piatu, orang tua jompo.
Ø  Mengunjungi yang sakit, dsb.
3.      Yang sesuai dengan DASADARMA ke-3 :
Ø  Mengikuti upacara sekolah atau upacara latihan dengan baik.
Ø  Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.
Ø  Ikut serta dalam pertahanan Negara.
Ø  Melindungi kaum yang lemah.
Ø  Belajar di sekolah dengan baik.
Ø  Ikut serta dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.
4.      Yang sesuai dengan DASADARMA ke-4 :
Ø  Mengerjakan tugas-tugas dati Guru, Pembina, atau Orang tua dengan sebaik-baiknya.
Ø  Patuh kepada Orang tua, Guru, dan Pembina.
Ø  Berusaha mufakat dalam setiap setiap musyawarah.
Ø  Tidak mengambil keputusan yang tergesa-gesa, yang didapatkan tanpa melalui musyawarah.
5.      Yang sesuai dengan DASADARMA ke-5 :
Ø  Berusaha menolong orang yang sedang mengalami musibah atau kesusahan.
Ø  Setiap menolong tidak meminta pamrih atau mengharapkan hadiah/imbalan.
Ø  Tabah dalam menghadapi berbagai kesulitan.
Ø  Tidak banyak mengeluh, dan tak mudah putus asa.
Ø  Bersedia menolong tanpa diminta,dsb.
6.      Yang sesuai dengan DASADARMA ke-6 :
Ø  Tidak pernah membolos dari sekolah.
Ø  Selalu hadir dalam setiap latihan atau pertemuanm Pramuka.
Ø  Dapat membuat berbagai macam kerajinan atau hasta karya yang berguna.
Ø  Selalu riang gembira dalam setiap melakukan kegiatan atau pekerjaan,dsb.
7.      Yang sesuai dengan DASADARMA ke-7 :
Ø  Tidak boros dan bersifat hidup mewah.
Ø  Rajin menabung.
Ø  Teliti dalam melakukan sesuatu.
Ø  Bersifat hidup sederhana, tidak berlebih-lebihan.
Ø  Biasa membuat perencanaan setiap akan melakukan tindakan,dsb.
8.      Yang sesuai dengan DASADARMA ke-8 :
Ø  Selalu menepati waktu yang ditentukan.
Ø  Mendahulukan kewajiban terlebih dahulu disbanding haknya.
Ø  Tidak pernah mengecewakan orang lain.
Ø  Tidak pernah ragu-ragu dalam bertindak,dsb.
9.      Yang sesuai dengan DASADARMA ke-9 :
Ø  Menjalankan segala sesuatu dengan sikap bersungguh-sungguh.
Ø  Tidak pernah mengecewakan orang lain.
Ø  Bertanggung jawab dalam setiap tindakan,dsb.
10.  Yang sesuai dengan DASADARMA ke-10 :
Ø  Berusaha untuk berkata baik dan benar dan tidak pernah berbohong.
Ø  Tidak pernah menyusahkan atau menggangu orang lain.
Ø  Berbuat baik kepada orang lain,dsb.